Sistem Informasi Inventory Berbasis Web

Pesatnya perkembangan teknologi informasi, telah menghasilkan sejumlah aplikasi untuk memudahkan pekerjaan manusia. Salah satunya mekanisme pengadaan barang yang dahulu dikerjakan secara manual.

Pentingnya sistem informasi persediaan barang pada semua perusahaan. Seperti contoh:

” Permasalahan yang terjadi dalam kondisi perusahaan yang sedang berkembang, sehari perusahaan dapat menjual ratusan jenis barang yang dikirim ke berbagai daerah, omset penjualan naik setiap bulannya.

Perusahaan yang berkembang akan terhambat jika sistem didalamnya tidak mendukung, apalagi jika Sistem yang ada diperusahaan saat ini belum bisa memberikan pelayanan yang baik dalam memberikan informasi persediaan barang, karena ketika ada pemesanan barang,

Kondisi data persediaan yang buruk akan mengakibatkan divisi marketing tidak bisa langsung mendapatkan informasi ada tidaknya barang tersebut. Jarak kantor dan gudang yang tidak dekat menyebabkan marketing harus menanyakan terlebih dahulu ke bagian gudang melalui telepon, kemudian bagian gudang akan mengecek dan mencocokan data persediaan barang dan barang fisik sesuai atau tidak.

Selain itu karena tidak adanya sistem pengelolaan data persediaan barang pada perusahaan ini, juga mengakibatkan laporan kepada pimpinan belum sesuai dengan yang diharapkan. “

Untuk itu diperlukan sebuah aplikasi sistem informasi inventory untuk memecahkan permasalahan ini. Aplikasi sistem Inventori dapat permudah dan juga dapat mempercepat proses inventarisasi dan pengadaan barang di suatu perusahaan.

Aplikasi sistem informasi yang dirancang diharapkan dapat mempermudah marketing, admin, maupun pimpinan dalam mendapatkan informasi terkait pengelolaan persediaan barangnya.

Sistem informasi inventory barang ini merupakan sistem informasi berbasis web multi-user dengan mekanisme proses mengelola administrasi dan pengadaan barang dilakukan secara online. Aplikasi ini merupakan penunjang dari proses administrasi pengadaan barang di setiap perusahaan pergudangan.

Untuk lebih lengkapnya bisa anda baca Jurnalnya di sini: RANCANGAN SISTEM INFORMASI INVENTORY BARANG BERBASIS WEB

More: Sistem informasi inventory barang berbasis Web,  Pengertian Sistem , Contoh Skripsi Sistem InformasiPERANCANGAN SISTEM INFORMASI PAGUYUBAN ALUMNI STMIK SWADHARMA BERBASIS WEBCara cepat menulis skripsi

Metode Waterfall

Model waterfall Pressman (2015:42)

Menurut Pressman (2015:42), model waterfall adalah model klasik yang
bersifat sistematis, berurutan dalam membangun software. Nama model ini sebenarnya adalah “Linear Sequential Model”. Model ini sering disebut juga dengan “classic life cycle” atau metode waterfall. Model ini termasuk ke dalam model generic pada rekayasa perangkat lunak dan pertama kali diperkenalkan oleh Winston Royce sekitar tahun 1970 sehingga sering dianggap kuno, tetapi merupakan model yang paling banyak dipakai dalam Software Engineering (SE). Model ini melakukan pendekatan secara sistematis dan berurutan. Disebut dengan waterfall karena tahap demi tahap yang dilalui harus menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan.

Fase-fase dalam Waterfall Model menurut referensi Pressman:

  1. Communication
  2. Planning
  3. Modeling
  4. Construction
  5. Deployment

Communication (Project Initiation & Requirements Gathering)
Sebelum memulai projek yang bersifat teknis, sangat diperlukan adanya komunikasi dengan customer, untuk memahami lebih detail projek dan mencapai tujuan yang ingin dicapai. Hasil dari komunikasi tersebut adalah inisialisasi proyek, seperti menganalisis permasalahan yang dihadapi dan mengumpulkan data-data yang diperlukan, serta membantu mendefinisikan fitur dan fungsi software. Pengumpulan data-data tambahan bisa juga diambil dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, artikel, dan internet.


Planning (Estimating, Scheduling, Tracking)
Tahapan berikutnya dari metode Waterfall adalah perencanaan yang menjelaskan tentang estimasi tugas-tugas teknis yang akan dilakukan, resiko-resiko yang dapat terjadi, sumber daya yang diperlukan dalam membuat sistem, produk kerja yang ingin dihasilkan, penjadwalan kerja yang akan dilaksanakan, dan tracking proses pengerjaan sistem.

Modeling (Analysis & Design)
Modeling adalah tahap perancangan dan permodelan arsitektur sistem yang berfokus pada perancangan struktur data, arsitektur software, tampilan interface, dan algoritma program. Tujuannya untuk lebih memahami gambaran besar dari apa yang akan dikerjakan.


Construction (Code & Test)
Construction merupakan tahapa proses penerjemahan bentuk desain menjadi kode atau bentuk/bahasa yang dapat dibaca oleh mesin. Setelah pengkodean selesai, dilakukan pengujian atau testing terhadap sistem dan juga kode yang sudah dibuat. Tujuannya untuk menemukan kesalahan yang mungkin terjadi untuk nantinya diperbaiki.


Deployment (Delivery, Support, Feedback)
Tahapan Deployment merupakan tahapan implementasi software ke customer, pemeliharaan software secara berkala, perbaikan software, evaluasi software, dan pengembangan softwareberdasarkan umpan balik yang diberikan agar sistem dapat tetap berjalan dan berkembang sesuai dengan fungsinya. (Pressman, 2015:17)

Keuntungan menggunakan metode waterfall adalah:
1. Prosesnya lebih terstruktur, hal ini membuat kualitas software baik dan tetap terjaga.
2. Dari sisi user juga lebih menguntungkan, karena dapat merencanakan dan menyiapkan kebutuhan data dan proses yang
diperlukan sejak awal. 3. Penjadwalan juga menjadi lebih menentu, karena jadwal setiap proses dapat ditentukan secara pasti. Sehingga dapat dilihat jelas target penyelesaian pengembangan program. 4. Dengan adanya urutan yang pasti, dapat dilihat pula perkembangan untuk setiap tahap secara pasti. 5. Model ini merupakan jenis model yang bersifat dokumen lengkap sehingga proses pemeliharaan dapat dilakukan dengan mudah.

Kelemahan menggunakan metode waterfall adalah: 1. Bersifat kaku, sehingga sulit melakukan perubahan di tengah proses. Jika terdapat kekurangan proses/prosedur dari tahap sebelumnya, maka tahapan pengembangan harus dilakukan mulai dari awal lagi. Karena jika proses sebelumnya belum selesai sampai akhir, maka proses selanjutnya juga tidak dapat berjalan. Karena itu, dapat dikatakan proses pengembangan software dengan metode waterfall bersifat lambat.

2. Membutuhkan daftar kebutuhan yang lengkap sejak awal. Tetapi, biasanya jarang sekali customer yang dapat memenuhi itu. Untuk menghindari pengulangan tahap dari awal, user harus memberikan seluruh prosedur, data, dan laporan yang diinginkan mulai dari tahap awal pengembangan. Tetapi pada banyak kondisi, user sering melakukan permintaan di tahap pertengahan pengembangan sistem.

Dengan metode ini, maka development harus dilakukan mulai lagi dari tahap awal. Karena development disesuaikan dengan desain hasil user pada saat tahap pengembangan awal.

Di sisi lain, user tidak dapat mencoba sistem sebelum sistem benar-benar selesai. Selain itu, kinerja personil menjadi kurang optimal karena terdapat proses menunggu suatu tahap selesai terlebih dahulu. Oleh karena itu, seringkali diperlukan personil yang “multi-skilled” sehingga minimal dapat membantu pengerjaan untuk tahapan berikutnya. (Pressman, 2015:42-43)

Kapan sebaiknya metode waterfall digunakan? Ada teori-teori yang menyimpulkan beberapa hal, yaitu :

  1. Ketika semua persyaratan yang diajukan sudah dipahami dengan baik pada awal pengembangan program.
  2. Definisi produk bersifat stabil dan tidak ada perubahan yang dilakukan saat pengembangan untuk alasan apapun . Oleh karena itu , teknologi yang digunakan juga harus sudah dipahami dengan baik.
  3. Menghasilkan produk baru , atau produk dengan versi baru . sebenarnya , jika menghasilkan produk dengan versi baru , maka itu sudah termasuk incremental development , yang setiap tahapannya sama dengan metode waterfall kemudian diulang – ulang.
  4. Port-ing produk yang sudah ada ke dalam platform baru.

Dari bahasan diatas, metode waterfall dianggap pendekatan yang lebih cocok digunakan untuk proyek pembuatan sistem baru dan juga pengembangan software dengan tingkat resiko yang kecil serta waktu pengembangan yang cukup lama. Tetapi salah satu kelemahan paling mendasar adalah menyamakan pengembangan hardware dan software dengan meniadakan perubahan saat pengembangan. Padahal, error diketahui saat software dijalankan, dan perubahan-perubahan akan sering terjadi. Sumber : Pressman , edisi 2015.

More: Metode waterfall, Research Methodology, Cara cepat menulis skripsi , Pengertian Sistem , Contoh Skripsi Sistem InformasiPERANCANGAN SISTEM INFORMASI PAGUYUBAN ALUMNI STMIK SWADHARMA BERBASIS WEB

Info:


Bedah Bab II Landasan Teori

Pada Bab II membahas tentang Landasan Teori, yang berisi suatu konsep atau definisi yang berupa pernyataan disusun dengan rapi dan secara sistematis yang memiliki variabel dalam penelitian. Landasan teori akan menjadi landasan teori yang kuat didalam sebuah penelitian yang akan dilakukan.

Fungsi Landasan Teori
Berikut merupakan fungsi dari landasan teori dalam sebuah penelitian, antara lain:

  • Untuk menyusun dan meringkas pengetahuan dibidang tertentu.
  • Sebagai pengembangan pengetahuan atau ilmu baru didalam tulisan.

Cara Penulisan Landasan Teori
Hal – hal yang harus kita perhatikan dalam penulisan landasan teori.

  • Tambahkan semua nama dari teori yang diambil.
  • Tuliskan tempat dan tanggal.
  • Sertakan kutipan atau uraian ilmiah dari landasan teori.
  • Teori yang dikutip dan di sertakan harus berkaitan dengan topik permasalahan yang sedang dibahas.

Dalam bab 2 Landasan teori ini diuraikan tinjauan secara teoritis, studi penelitian terdahulu dan persyaratan sistem konseptual.

Tinjauan Teoritis
Pada bagian ini diuraikan teori-teori yang berkaitan erat dengan topik bahasan penelitian. Teori yang dikaji menyangkut sistem informasi, perancangan sistem informasi, peralatan perancangan sistem informasi, dan materi yang berkaitan dengan subjek sistem yang akan dikembangkan. Jumlah literatur yang diacu minimum 15 (lima belas)
dengan tahun penerbitan tidak lebih lama dari 10 tahun (misalnya untuk
tahun penyusunan skripsi 2011, literatur yang diacu tahun 2001 atau yang lebih muda).

Studi Penelitian Terdahulu
Pada bagian ini dibahas hasil-hasil penelitian tentang pengembangan sistem yang relevan dengan sistem yang diteliti. Hasil penelitian terdahulu yang dikaji minimum 2 (dua) penelitian dengan tahun publikasi tidak lebih lama dari 5 tahun yang lalu (misalnya untuk tahun penyusunan skripsi 2011, hasil penelitian yang dikaji tahun 2006 atau yang lebih muda).

Persyaratan Sistem Konseptual
Bagian ini berisi persyaratan sistem yang akan dikembangkan berdasarkan teori dan penyempurnaan dari studi penelitian terdahulu. Persyaratan akan menjadi asumsi bagi perancangan sistem yang akan dibahas, yaitu berkaitan dengan output atau informasi yang akan dihasilkan dan batasan-batasan teoritis yang akan menjadi dasar studi kelayakan sistem secara hukum.

Pengertian Kutipan
Kutipan merupakan pinjaman pendapat atau kalimat yang diambil dari seseorang, baik berupa tulisan atau lisan. Tujuan mengutip untuk memperkokoh argumentasi di sebuah karya tulis.

Kutipan selain digunakan untuk memperkuat argumen, dapat juga dijadikan sebagai landasan teori, penjelasan suatu uraian, atau sebagai bukti untuk menunjang sebuah pendapat.

Dalam mengutip pendapat atau kalimat, seorang penulis tidak boleh asal-asalan dalam menuliskannya. Terdapat berbagai hal yang harus diperhatikan dalam menulis sebuah kutipan. Apa saja hal tersebut?

Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Mengutip:

  • Pertimbangan akan pentingnya teori yang dikutip.
  • Bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan.
  • Kutipan dapat terkait dengan penemuan teori
  • Jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung
  • Mempertimbangkan jenis kutipan, kutipan langsung atau kutipan tak langsung.
  • Teknik penulisan kutipan dan kaitannya dengan sumber rujukan.

Nah demikian penjelasan singkat mengenai bab 2 semoga dapat membantu.

Baca Juga: Bedah Skripsi Bab 1Bedah bab 2 Landasan Teori, Bedah Bab 5 Kesimpulan dan Saran

More: Bedah bab 2 Landasan Teori, Bedah Skripsi Bab 1,  Cara cepat menulis skripsi , Pengertian Sistem , Contoh Skripsi Sistem InformasiPERANCANGAN SISTEM INFORMASI PAGUYUBAN ALUMNI STMIK SWADHARMA BERBASIS WEB

Info:


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Elektronik, Basis Data, Komputer,Teknologi Informasi dan Pemograman