Research Methodology

Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Untuk mencapai tujuan yang diperlukan dibutuhkan metode yang relevan untuk mencapai tujuan yang diinginkan (Sugiyono, 2016:1)

Menurut Sugiyono (2016:2) pengertian metodologi penelitian adalah sebagai berikut: “Metode Penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.” Sedangkan menurut Sunyoto (2013:19) yang dimaksud dengan metodologi penelitian adalah: “Metode penelitian merupakan urutan-urutan proses analisis data yang akan disajikan secara sistematik. Karena dengan urutan proses analisis data dapat diketahui secara cepat dan membantu pemahaman maksud dari penelitian tersebut.” Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kuantitatif.

Menurut Sugiyono (2016:13) yang dimaksud dengan penelitian kuantitatif adalah: “Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivism, digunakan untuk meneliti pada populasi 64 atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.”

Karena penelitian ini dilakukan pada satu organisasi saja dan masalah yang diteliti bersifat khusus, maka metode penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Dalam hal ini, penulis mengamati aspekaspek tertentu yang lebih spesifik untuk memperoleh data primer maupun sekunder.

Berikut ini 10 Buku Research Methodology. Monggo diunduh.

  1. METODOLOGI PENELITIAN, Model praktis penelitian kuantitatif dan kualitatif
  2. Social Research Methods 5MB.pdf
  3. METODOLOGI PENELITIAN.
  4. Research-Methodology 1.pdf
  5. Research Methods The Basics -Nicholas Walliman (Eng) 1.47 MB.pdf
  6. Research Methods in PsychologyIndex 6MB.pdf
  7. Research Methods MB.pdf
  8. RESEARCH METHODOLOGY TOOLS AND TECHNIQUES (Eng) 1.02 MB.pdf
  9. Research Methodology C R Kothari (Eng) 1.81 MB.pdf
  10. Research Methodology Ranjit kumar (Eng) 7.08 MB.pdf
  11. Fundamental of Research Methodology and Statistics MB.pdf
  12. RESEARCH METHODOLOGY (Eng) 11.5 MB.pdf

Bridge Fungsi dan Cara Kerja Pada Jaringan Komputer

sumber gbr: geek-university.com

Bridge atau network bridge merupakan komponen jaringan yang banyak dipergunakan untuk memperluas jaringan atau membuat segmen jaringan. Bridge berfungsi seperti repeater atau hub tetapi lebih pintar karena bekerja pada lapisan data link sehingga mempunyai kemampuan untuk menggunakan MAC address dalam proses pengiriman frame ke alamat yang dituju.

Bridge mampu menghubungkan sesama jaringan LAN (Local Area Network) komputer. Selain itu, bridge juga digunakan untuk mengubungkan tipe jaringan komputer yang berbeda seperti Ehernet. Bridge akan memetakan alamat Ethernet dari setiap titik yang ada pada masing-masing segmen jaringan kemudian menyeleksi dan hanya memperbolehkan perpindahan data yang diperlukan melalui jaringan.

Bridge biasanya digunakan pada topologi tree. Artinya, hanya ada sebuah rute untuk berbagai tujuan transmisi atau paket data yang akan dipindahkan. Data akan menempuh beberapa jalur yang seringkali mengakibatkan keterlambatan pengiriman data. Ibaratnya sebuah paket, bridge berguna untuk menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmen sama, maka paket akan ditolak, sementara jika segmen berbeda, maka paket akan diteruskan ke segmen tujuan.

Gbr: Cara Kerja Bridge (sumber: https://gagastekno.com)

Fungsi Bridge
Bridge adalah alat atau device yang berfungsi untuk menghubungkan dua jaringan. Bridge menghubungkan antara masing-masing jaringan dengan jaringan yang lain untuk bertukar paket data dan mengatur sirkulasi data tersebut. Bridge juga berfungsi untuk memecah satu jaringan yang besar menjadi dua jaringan lebih kecil sehingga akan meningkatkan performa jaringan. Fungsi bridge lainnya sebagai berikut :

  1. Sebagai Penghubung Dua Jaringan di tempat Jauh.
    Akan lebih ekonomis untuk memiliki LAN yang terpisah di masing-masing bangunan dan menghubungkannya dengan bridge, dibanding jika harus menyambungkan semua tempat dengan menggunakan kabel koaksial. Bridge dapat menghubungkan dua atau lebih jaringan LAN yang memiliki tipe yang berbeda.
  2. Bridge juga bisa digunakan sebagai router. Penggunaan bridge pada jaringan sebagai router ini hanya bisa digunakan pada jaringan yang luas, yang disebut dengan bridge-router.
  3. Bridge mampu mengkopi frame data dari satu jaringan dengan syarat jaringan itu masih terhubung dengan bridge dan jaringan yang lain.
  4. Bridge mampu memindahkan data melalui intermediate network dengan tipe protokol sama sekali berbeda.
  5. Bridge mampu mengontrol broadcast jaringan yang melalui bridge.

Cara kerja bridge: Bridge bekerja pada lapisan data link layer model OSI (Open System Interconnection). Dengan model OSI, bridge mampu menghubungkan jaringan komputer yang menggunakan metode transmisi yang berbeda atau medium access control yang berbeda.

  1. Bridge memetakan alamat dari jaringan tipe ethernet atau yang lain pada setiap titik yang mana titik-titik tersebut terdapat pada tiap segmen jaringan dari komputer itu sendiri.
  2. Ketika Bridge sudah memetakan alamat pada masing-masing jaringan, ia akan menyortir atau menyaring data yang mana hanya dibutuhkan untuk melewati bridge.
  3. Kemudian, ketika bridge menerima sebuah paket data, ia secara otomatis akan menentukan segmen sumber dan segmen tujuan dari paket data tersebut.
  4. ketika bridge mendapati bahwa segmen yang akan ia kirim sama, maka bridge akan menolak pengiriman tersebut. akan tetapi, sebaliknya, jika segmen yang akan dikirim itu berbeda, maka ia akan meneruskan mengirim segmen itu ke tujuannya.

Setelah Bridge menerima paket data maka Bridge akan menemukan tujuan dan sumber data dikirim. Jika tujuan pengiriman tidak dikenali maka Bridge akan menolaknya. Sebaliknya jika tujaun dan sumbernya sesuai maka paket data akan diteruskan ke alamat yang dituju.

Ref: https://gagastekno.com/fungsi-bridge-dan-pengertian/ , https://dosenit.com/jaringan-komputer/hardware-jaringan/fungsi-bridge, https://www.nesabamedia.com/pengertian-bridge-dan-fungsi-bridge/ https://geek-university.com/ccna/what-is-a-network-bridge/

TOPOLOGI JARINGAN

Pic:https://networkencyclopedia.com/network-topology/

Pengertian Topologi
Kata Topologi (dari bahasa Yunani topos, “tempat”, dan logos, “ilmu”) merupakan cabang matematika yang bersangkutan dengan tata ruang yang tidak berubah dalam deformasi dwikontinu (yaitu ruang yang dapat ditekuk, dilipat, disusut, direntangkan, dan dipilin tetapi tidak diperkenankan untuk dipotong, dirobek, ditusuk atau dilekatkan). Ia muncul melalui pengembangan konsep dari geometri dan teori himpunan, seperti ruang, dimensi, bentuk, transformasi.

Ide yang sekarang diklasifikasikan kedalam topologi telah dinyatakan semenjak 1736, dan pada akhir abad ke-19 sebuah ilmu yang jelas terpisah dikembangkan. Ilmu ini disebut dalam bahasa Latin sebagai geometria situs ( “geometri dari tempat”) atau analisis situs (Yunani-Latin untuk “pengkajian tempat “), dan kemudian memperoleh nama mutakhir topologi. Di tengah-tengah abad ke-20, ilmu ini adalah kawasan pertumbuhan yang penting dalam matematika.


Topologi jaringan komputer

adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. Dalan suatu jaringan komputer jenis topologi yang dipilih akan mempengaruhi kecepatan komunikasi. Untuk itu maka perlu dicermati kelebihan / keuntungan dan kekurangan / kerugian dari masing – masing topologi berdasarkan kateristiknya.
Topologi pada dasarnya adalah peta dari sebuah jaringan.

Topologi jaringan terbagi lagi menjadi dua yaitu topologi secara fisik (physical topology) dan topologi secara logika (logical topology). Topologi secara fisik menjelaskan bagaimana susunan dari label, komputer dan lokasi dari semua komponen jaringan. Sedangkan topologi secara logika menetapkan bagaimana informasi atau aliran data dalam jaringan.


Arsitektur topologi merupakan bentuk koneksi fisik untuk menghubungkan setiap node pada sebuah jaringan. Pada sistem LAN terdapat tiga topologi utama yang paling sering digunakan, yaitu : Topologi Bus, Topologi Star, dan Topologi Ring. Topologi jaringan ini kemudian berkembang menjadi Topologi Tree dan Topologi Mesh yang merupakan kombinasi dari Topologi Star, Topologi Mesh, dan Topologi Bus.

Berikut jenis-jenis Topologi:

  1. Topologi Ring (Cincin)
  2. Topologi Star (Bintang)
  3. Topologi BUS
  4. Topologi Mesh
  5. Topologi Tree
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...