Cara Kerja Rangkaian Reset

Rangkaian Reset sering kita jumpai dalam sebuah Rangkaian.

Nah kali ini saya akan coba mengulas cara kerjanya.

Cara kerja rangkaian Reset :

Pulsa Reset harus diinputkan sesaat ke IC siskon setiap kali pesawat dihidupkan ( main switch di on kan)

Ada 2 macam Reset yaitu Reset yang aktif High dan Reset yang aktif Low.

Umumnya pesawat TV  menggunakan rangkaian  Reset aktif Low.

Reset Low

Pada saat pesawat di –on-kan pertama kali maka tegangan yang muncul pada pin reset ditahan sesaat agar tetap low (0 volt) kemudian baru ada tegangan.

Sesudah pesawat hidup, maka pin RESET jika diukur harus ada tegangan.

Sesudah pesawat hidup, maka pin Reset jika diukur harus ada tegangan 5 volt.

Reset High.

Pada saat pesawat di-on-kan pertama kali, maka pin Reset mendapat tegangan sesaat 5 Volt dan kemudian kembali ke nol lagi.

Setelah pesawat hidup, maka pin reset jika diukur tegangannya 0 volt. Kerja Reset High mudah diamati dengan volt meter, dimana tegangan pada pin Reset akan ada sesaat ketika pesawat dihidupkan.

Bagai mana jika tegangan reset tidak ada ? maka lakukanlah beberapa langkah ini :

1. Cek apakah sudah ada tegangan input 5 volt pada IC Reset.

2. Cek tegangan out put IC Reset

3. Jika tegangan pada output Ic reset tidak ada. Coba open pin reset pada IC Siskon.

4. Jika kemudian tegangan reset output pada IC Reset ada, berarti IC Siskon rusak ( pin Reset short ke ground).

5. Jika tegangan tetap tidak ada cek pull-up resistor.

6. Ganti IC Reset.

TV Tidak dapat memori ?

Perkembangan teknologi Televisi saat ini sudah sangat maju, banyak hal dalam penyetelan pada televisi sudah tidak digunakan cara cara manual tetapi dilakukan secara otomatis. salah satu penyetelan yang dilakukan secara otomatis adalah Tunning program atau pencarian kanal program. Televisi modern saat ini menggunakan fasilitan pencarian channel dengan menggunakan sistem auto search. Dengan menggunakan sistem ini kita sangat mudah dalam mencari frekuensi yang akan dituju. Dengan sistem pencarian ini juga kadang kala kita menjumpai kalau televisi kita tidak mau lock (stop) pada saat sudah menemukan frekuensi yang kita inginkan. lalu apa sebenarnya yang terjadi pada rangkaian penerima televisi kita.

TV dengan fasilitas Auto search Tidak dapat memori, apa yang terjadi ?



Sebuah pesawat TV yang memiliki fasilitas auto search dimana channel channel akan di memori secara otomatis setelah mendapat frekuensi yang tepat, ketika menu auto search di jalankan. Auto memori sudah bekerja dapat dilihat dengan perubahan nomor channel setiap kali pesawat menerima siaran saat proses pencarian secara otomatis berlangsung. Auto memori dapat juga bekerja pada saat kita melakukan pencarian dengan menggunakan menu manual search. Saat proses, manual search berlangsung, maka search akan berhenti stop sendiri atau lock secara otomatis ketika pesawat televisi  menerima siaran dengan frekuensi yang tepat. lalu bagaimana jika pencarian tidak bisa menyimpan frekuensi yang kita inginkan padahal frekuensi sudah didapat.

Untuk dapat menyimpan sebuah frekuensi pemancar yang tepat ternyata rangkaian pencarian ini memiliki beberapa kondisi. Persyaratan atau kondisi rangkaian auto manual search bisa lock berhenti sendiri dan auto memori adalah sebagai berikut:

  1. IC Siskon harus terima pulsa ID ketika terima siaran.
  2. IC Siskon harus terima tegangan AFT ketika terima siaran.
  3. Coil AFT ditala tepat pada frekwensi IF.

Demikianlah penjelasan singkat saya mengenai rangkaian pencarian frekwuensi otomatis pada televisi. Semoga dapat membantu.




IC System Control, Micon atau SysCon

Hampir semua rangkaian elektronika yang dipakai dalam peralatan rumah tanggga seperti televisi, telephone, pemutar CD, DVD dan lainnya semua menggunakan sistem pengontrol. Sistem pengontrol ini biasanya sudah dikemas dalam sebuah rangkaian terintegrasi atau yang dikenal dengan sebutan IC. Rangkaian pengontrol yang dikemas dalam sebuah komponen ini sering kali mendapatkan masalah sehingga tidak berfungsi.

Untuk mengetahui sebuah IC berfungsi atau tidak diperlukan sebuah tester, biasanya dipakai sebuah multi tester. Dengan multi tester ini kita dapat mengukur:



  1.  Resistansi sebuah komponen, satuannya Ohm                        
  2. Teganan yang ada dapat berupa tegangan DC atau AC, satuannya Volt.                   
  3.  Arus yang bekerja pada sebuar rangkaian, satuannya Ampere.

Cara memeriksa kerja IC System Control dengan cara sederhana. Apakah sebuah IC System Control (syscon)  bekerja atau belum dapat di cek dengan cara sebagai berikut:

  1. Ukur tegangan atau Voltage pada pin power on/off  dari IC System Control (syscon) dengan multi tester.
  2. Setiap kali tombol kontrol power pada TV atau tombol pada remote kontrol ditekan (sambil mengamati multitester). Tegangan harus dapat berubah dari Hight ke low atau sebaliknya.
  3. Jika tegangan tetap tidak berubah, maka artinya IC System Control (syscon) belum bekerja.

Untuk dapat bekerja sebuah rangkaian IC Sistem kontrol memiliki beberapa masukan agar sebuah IC System Control (syscon) dapat bekerja. Berikut ini masukan atau input yaitu:

  1. Mendapat tegangan 5 volt.
  2. Mendapat pulsa reset.
  3. Oscilator sistem bekerja.
  4. Ada input perintah dari tombol power dari panel unit.

Jika semua masukan sudah ada dan IC Sistem kontrol tidak bekerja juga, kemungkinan besar IC Sistem kontrol ini mengalami kerusakan. Silahkan tukar dengan yang baru. Demikianlah penjelasan singkat mengenai IC Sistem Kontrol.

Rangkaian On Screen Display OSD

Rangkaian OSD atau On-screen display berfungsi untuk menampilkan display pada layar televisi, bentuk tampilannya dapat berupa No Channel, Bar Volume dan segala bentuk gambar atau tulisan grafis yang tampil pada layar televisi anda.

Cara kerja rangkaiaan On Screen Display OSD. Rangkaian OSD kebanyakan terdapat didalam sebuah IC Micon atau Syscon. Untuk dapat bekerja rangkaian OSD ini perlu sebuah masukan yang berupa pulsa. Dengan pulsa ini akan membangkitkan karakter generator yang terdapat di dalam IC SysCon atau Micon. Agar dapat bekerja sebuah rangkaian OSD membutuhkan pulsa pulsa sebagai beikut :

Pulsa Vertical.
Pulsa Horisontal.
Pulsa Clock Oscilator OSD.

Pulsa pulsa tersebut dibutuhkan untuk menentukan posisi karakter tampilan pada bagian layar TV, karena jika salah satu pulsa ini tidak ada, maka tampilan OSD tidak muncul pada layar televisi.



Signal OSD di keluarkan dari IC SysCon sebagai pulsa pulsa red out, green out, blue out yang akan menentukan warna dari karakter OSD. Selanjutnya pulsa pulsa OSD ini akan digabungkan atau disisipkan dengan signal gambar TV lewat EXT RGB input pada IC Video/Chroma.

Kadang ada beberapa jenis rangkaian yang memerlukan pulsa output F/B yaitu pulsa yang berfungsi untuk menggerakan switch EXT/TV yang terdapat dalam IC Video Chroma. Jika frekuensi Clock Oscilator OSD berubah, maka posisi karakter OSD dapat bergeser pada arah horisontal (kekiri atau kekanan). Demikian keterangan singkat mengenai Cara kerja rangkaian On Screen Display semoga bermanfaat.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Elektronik, Basis Data, Komputer,Teknologi Informasi dan Pemograman